Dimana keprofesionalan mu dokter ?


Mungkin kata itulah yang aku ucapkan ketika mendengar vonis seorang dokter bahwa keponakan ku tidak bisa diobati lagi , harus di lakukan operasi penggantian organ hati nya. Karena keponakan ku tersebut terkena sakit Lever yang menyebabkan hatinya membengkak di usianya yang masih belia sekali 8 bulan, yang disebabkan oleh penyumbatan disaluran empudu nya .

Berawal dari beberapa hari ia dilahirkan,  keponakan ku ini telah terlihat ada kelainan. Kondisi kesehatannya kurang baik. Ia sakit demam dan kelihatan tubuhnya kuning, air kencing nya kuning pekat, dan kotorannya seperti dempul (tepung yg menggumpal).

Semenjak demam itu kondisi kesehatannya tidak pernah normal. Oleh orang tua nya dibawa berobat ke dokter desa, perobatan alternatif segal usaha telah dilakukan, tapi apalah daya tidak ada hasil yang memuaskan, mungkin Tuhan masih harus menguji kesabaran orang tuanya. Kemudian dibawalah berobat ke dokter spesialis anak di kota. Lebih dari 4 orang dokter spesialis anak yang menanganinya tetap saja nihil. Sabar dan tetap berusaha, sambil berdo’a kepada Tuhan Yang Maha kuasa yang harus tetap dilakukan. Hasil diagnosa dokter spesialis mengatakan bahwa anak tersebut sakit kuning atau sakit lever, diberi obat resep untuk ditebus di apotik dan sama sekali tidak ada saran untuk melakukan tindakan yang lebih efektif untuk menyembuhkan penyakitnya.

Dan akhirnya dari salah seorang dokter spesialis tersebut untuk membawa nya ke dokter spesialis yang ada di ibu kota propinsi. Sampai ditempat praktek dokter tersebut anak tersebut mulai diperiksa, awal dia diperiksa dokter tersebut mengatakan bahwa anak tersebut sudah terlambat untuk di obati, karena organ hatinya sudah bengkak sekali, dan tidak ada kata perobatan melainkan harus diganti organ hatinya agar dia kembali normal. Mendengar ucapan dokter tersebut kami pun tersontak terkejut rasa sakit dan khawatir yang mendalam. Ternyata kami sudah sangat terlambat untuk membawa nya berobat.

Selama ini orang tuanya terbuai oleh kata-kata manis dokter yang tidak tahu menahu tentang sebenar nya sakit apa yang diderita anak kami tersebut dan tindakan apa yang harus di lakukan untuk kesehatannya yang bisa hanya mengatakan anak saudara tidak apa-apa, kita beri obat dulu saja. Seharus nya anak tersebut harus sudah dioperasi 2 minggu setelah ia dilahirkan. Dalam hati saya bagaimana ini bisa terjadi, apakah dokter yang selama ini kami datangi telah menyia-nyiakan kesehatan orang lain sehingga ia menahan sakti lever sampai 8 bulan, ataukah sang dokter yang dengan embel-embel spesialis nya itu tidak tahu apa. Mungkin dia beranggapan kalo aku sudah mempunyai embel-embel dokter aku bisa buka praktek, bisa suntik orang sakit. Sangat menyesal saya mengatakan wahai dokter dimana keprofesionalanmu, dimana tanggung jawab moral mu sebagai seorang dokter ?. wahai dokter apakah anda tidak malu dengan pasien anda, mereka telah mengeluarkan banyak biaya dan waktu untuk berobat, tapi nihil hasil yang didapatkan ? atau anda harus meng-upgrade ilmu kedokteran anda atau tutup saja tempat praktek anda.

About alkahfi

Bekerja di bidang IT-MIS di sebuah perusahaan Optik di Medan, sebagai Software Enginer.

Posted on December 3, 2008, in Hikmah, Life Style and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: